Quantcast

Tips dan Trik Scooter

Informasi mengenai Tips dan trik-trik untuk pengguna scooter
diemei by diemei @
Hot Ash Alembic - Actuality is the a lot of attainable way to use your converse all star light oxford uk bucket. If you are charwoman out your broiler and you still access some hot ash, you can address it in one of these containers to let it air-conditioned down afore administering of it into your garbage. Some designs access a bifold able basal so that you can leave the alembic on your address afterwards annoying about calefaction damage. Others designs are not reinforced, so it is recommended that you address the ash alembic on a calefaction advancing credible or alfresco until the ashes are cool.<br />
Vicky P150S NEO by Vicky P150S NEO @
By : Spartan200

Kebanyakan orang mengatakan bahwa Spartan merupakan varian Vespa yang paling boros. Pendapat demikian sangat masuk akal, karena Spartan mengusung dapur pacu 200CC. Tahun 1989, Ortu beli Spartan dan saya pakai sampai sekarang. Konsumsi bensin 1 liter untuk 35 km dalam kota. Untuk luar kota 1 liter bensin bisa mencapai 40 km. Sebagai  perbandingan, konsumsi bensin segitu imbang dengan Mio Soul yang cuma 115 CC 4 Tak. Bahkan lebih irit dari Tiger Revo 200 CC 4 Tak. Bukan bermaksud menjelekkan merek yang lain, tetapi kebetulan saya juga memakai Mio dan Tiger. Perlu untuk diketahui bahwa Vespa mempunyai mesin yang sangat sederhana dan sangat-sangat efisien sehingga optimal dalam mengubah bahan bakar menjadi tenaga. Dengan catatan, spek mesin harus terjaga sesuai standard pabrik.
Spesifikasi Spartan saya adalah sbb:

Belum pernah turun mesin. 100 % Asli
Type                  : Spartan P200XE tanpa starter electric, tanpa accu.
Karbu                : DellOrto 24/24E
Pilot Jet            : 55/100
Main Jet           :116/100
Piston                : Standard
Lubang Hisap      : Standard
Knalpot            : Standard
Bensin               : Premium
Oli Mesin           : Mobile 1 (Oli mesin 4 Tak), Ganti oli tiap 5000 km
Oli Samping       : Castrol, Campuran 2,5% langsung di tangki bensin, AOM tak digunakan.
Top Speed       : 115 Km/Jam pada gigi 3. Top speed gigi 4 gak pernah nyoba. Takut, maklum bukan pembalap hi…hi…hi…

Spartan dirancang untuk touring, bukan untuk road race ato drag. Kalo cuman untuk harian, jangan sekali-kali mengubah spek. Pemakaian kenalpot racing bisa menyebabkan bensin boros, dan loyo di tanjakan. Selain perubahan knalpot, hal utama yang menyebabkan Vespa boros adalah lubang hisap sudah longgar, yang menyebabkan bensin menyembur keluar dari lubang venturi karbu.

Jika spek masih sesuai standard pabrikan, tinggal gaya pengemudi yang juga sangat berperan dalam konsumsi bahan bakar. Spartan optimal jika dipakai pada kecepatan 50-70 Km/Jam. Dibawah atau diatas itu konsumsi bensin akan semakin boros. Dalam menarik tuas gas pun, usahakan seiring dengan pertambahan kecepatan, jangan dilakukan secara kontan kayak mau balapan. Hal ini yang butuh kesabaran extra. Maklumlah… 200 CC emang bikin tangan pengen muter tuas gas. Saat pindah gigi, tunggu sampai RPM udah stabil, agar daya mesin nggak ngedrop.

Busi spartan saya neeh…NGK T6000



Jika pengapian, suplai bensin dan stelan angin pas, akan terlihat warna elektroda busi coklat kemerahan. Busi ini sudah menempuh jarak 2000 Km sejak terakhir dibersihkan. Total jarak yang sudah ditempuh sekitar 4000 Km.

My Spartan, P200XE 1989

Coba pake jok model lama, biar tampak klasik gitu…

Dari artikel VIO
King's Blues Scooter by King's Blues Scooter @
Bengkel Puskespa Pada dasarnya fungsi oli cuma melumasi mesin agar terhindar dari kerusakan yang diakibatkan pergesekan antara satu part dengan part lain. Pemilihan oli sebenarnya lebih ke arah efesiensi dan efektifitas dari segi keuangan dan kualitas oli. Bagi para scooterist, sebenarnya tidak perlu bingung untuk memilih oli.
Oli biasanya punya spesifikasi yang tertera di setiap kemasan yang dikenal dengan API Services (American Petrolium Institute) suatu lembaga sertifikasi pelumas internasional.
Kode API Service dimulai dari SA SB SC SD SE SF SG SH SJ SL dan yang tertinggi saat ini adalah SM. SF/SG/SH - untuk jenis mesin kendaraan produksi (1980-1996) SJ - untuk jenis mesin kendaraan produksi (1996 - 2001) SL - untuk jenis mesin kendaraan produksi (2001 - 2004) SM - untuk jenis mesin kendaraan produksi (2005 - keatas)
Kode Lainnya yang tertera adalah SAE (Society of American Engineers) yang menunjukkan kekentalan oli sesuai dengan kebutuhan mesin. untuk motor yang bermukim di perkotaan, dimana suhu udara sangat panas, disarankan menggunakan menggunakan SAE 20w-50.
Kalau untuk motor vespa, baiknya menggunakan SAE 20w-50 (multigrade) atau SAE 40 (single grade) yang memiliki kekentalan tetap, yang dapat bekerja baik pada suhu rendah maupun tinggi, dan mampu menutup celah yang telah mengalami tingkat keausan tertentu. Sedangkan untuk oli samping, gunakan SAE 20W atau SAE30 merek yang biasa gua pake adalah Pertamina Enduro untuk oli mesin, sedangkan untuk oli samping Pertamina Mesran OB...
gimana kalo oli synthetic…?? Oli synthetic biasanya disarankan untuk mesin2 berteknologi terbaru (turbo, supercharger, dohc, dsbnya) juga yang membutuhkan pelumasan yang lebih baik (racing) dimana celah antar part atau logam lebih kecil/sempit/presisi dimana hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan mengalir sempurna. Oli synthetic tidak disarankan untuk mesin yang berteknologi lama dimana celah antar part biasanya sangat besar/renggang sehingga bila menggunakan oli synthetic biasanya menjadi lebih boros karena oli ikut masuk keruang pembakaran dan ikut terbakar sehingga oli cepat habis dan knalpot agak ngebul. Hehehe.. vespa jangan pake lho yach… kasihan shield crack as nya….
so... kalau vespa nggak perlu yang pake synthetic, kecuali kantong nya udah tebel.... hehehehe
Dari : anggota kunciran independent scooter ( KIS ) melalui : Facebook Oleh : Welly Scooterman Kis Diterima Tgl : 17 Februari 2010 Gambar : KBS
New Post
feeds Feeds
King's Blues Scooter Vicky P150S NEO jamwale diemei
rafvigi meloheckt alityazm ottarahm
meinjaime feltfurn Nurdin yulsaku